Jumat, 14 November 2014

TAHUN BARU HIJRIAH DAN PERUBAHAn

"Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, serta matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui." (QS. Al-An'am 6:96)
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan planet-planet dan bumi,.........." (Qs. at-Taubah 9:36)
Berpikir adalah keistimewaan bagi makhluk ciptaan Allah Swt. yang bernama manusia. Berpikir juga sebagai pembeda manusia dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dua buah dalil Naqli diatas adalah dalil yang dijadikan sebagai pedoman waktu, baik waktu siang dan malam atau waktu selama setahun. Loh, hubungannya apa?
Seperti yang kita ketahui, apa yang telah Allah Swt. Tetapkan, tentunya ada hikmah yang dapat kita pelajari, sebagai aplikasi dari Iman kepada Qada’ dan Qadar. Yang pada konteksnya, dengan dua dalil naqli diatas, menunjukan betapa besarnya kuasa Allah Swt. Sabda Rasulullah Saw. “Berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang Dzat Allah”. Ya, dengan berpikir tentang ciptaan Allah sudah cukup bagi kita untuk percaya pada Dzat Allah Swt. Sebagai Tuhan alam semesta.
Keutamaan berpikir salah satunya adalah sebagai pangkal dari segala kebaikan. Pada konteks dalil yang pertama, “Allah menciptakan waktu pagi dan malam”. Tujuannya adalah agar kita sebagai manusia bisa memanajemen semua aktivitas yang kita lakukan. Kita bisa mengatur mana aktivitas yang harus dilakukan pada waktu pagi atau siang hari, dan mana aktivitas yang dilakukan pada malam hari. bahkan, kita juga bisa memprioritaskan kapan saat beraktivitas dan kapan saat beribadah. dengan begitu, predikat disiplin sudah pastinya kita dapatkan, yang merupakan salah satu akhlak terpuji.
Pada konteks dalil kedua, “bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan”, sama dengan contoh pertama tadi, dalam konteks ini, menjadikan kita lebih bisa memprioritaskan aktivitas dalam jangka waktu yang panjang yaitu hitungan minggu, bulan dan tahun. Kita sebagai mahasiswa pasti memiliki target yang harus dicapai dalam jangka waktu perminggu, perbulan ataupun pertahun. Misalnya, Kita harus menyelesaikan 1 buah makalah dalam waktu satu minggu, atau kita harus bekerja dalam sebulan untuk mendapatkan gaji untuk biaya kuliah. Bahkan kita juga harus menargetkan berapa tahun kita berstatus sebagai mahasiswa.
Juga Harus kita pikirkan tentang waktu adalah kematian. Tidak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan malaikat Israil menjemput kita, kecuali Allah Swt. Ada baiknya jika kita mengingat kembali kebelakang, dari sejak kita kecil sampai sekarang, apakah sudah cukup bekal amal yang akan kita bawa jika secara tiba-tiba malaikat Israil menjemput kita ? pasti ada yang menjawab tidak cukup atau bahkan tidak ada sama sekali.
Buah dari berpikir salah satunya adalah Kita bisa memahami bahwa akhirat itu lebih utama, dan dunia hanya sarana untuk membangun kebahagiaan akhirat. Singkat kata, sebagai Muslim kita wajib mengevaluasi diri pribadi terhadap apa yang telah kita lakukan pada masa lalu untuk kebaikan pada masa depan, khususnya untuk akhirat. Dengan hadirnya tahun baru Hijriah membuat kita berpikir bahwa sudah berkurang jatah hidup kita untuk beribadah.
Berbeda dengan tahun Masehi, Pada tahun Hijriah ada bulan-bulan tertentu yang diharamkan beberapa hal, yang membuat kita harus menghindari hal-hal yang dilarang dan ada juga bulan-bulan tertentu Allah muliakan, sehingga kita dapat memperoleh keuntungan dalam hal amal. Banyak hikmah dari tahun Hijriah yang bisa kita pikirkan. jadi, 1 Muharram adalah momen yang tepat untuk mulai memperbaiki diri.
Jika konteksnya kita sebagai mahasiswa, mulailah dari hal-hal terkecil dalam memanajemen waktu, kapan saatnya beribadah kepada Allah, membantu orang tua, kuliah, mengerjakan tugas, bekerja, dan berorganisasi. Jangan pernah sia-siakan waktu yang telah Allah sediakan. Karena Waktu bagaikan pedang yang siap memotong kita jika tidak digunakan dengan baik. Dengan perubahan pada hal-hal kecil dapat membuat perubahan yang besar bagi dunia dan untuk akhirat. Karena kelak kita tidak ingin mengatakan “seandainya dulu....”. Jadikan tahun berikutnya lebih baik daripada tahun lalu. Wallahu ‘alam. (Fauziah Maisarah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar