Jumat, 14 November 2014

Sadari Kebahagiaanmu



Hari senen tgl 19 Mei 2014, hasil ujian nasional tingkat SMA diumumkan. Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh si Bajal. Bajal merupakan salah satu siswa SMA 1 desa SuKel(Sungai Kelambu) yang beberapa bulan lalu mengikuti UN. Ketika hasil ujian diumumkan, seluruh siswa/i SMA 1 SuKel dinyatakan lulus seratus persen. Bajal sangat senang dengan hasil ini. ia senang bukan hanya karena dia lulus UN, dia juga senang karena sebelumnya Ibu si Bajal telah menjanjikan akan membelikannya sepeda motor jika ia berhasil lulus UN. Sebelumnya Bajal tidak pernah merasakan punya sepeda motor. Maklum, Ibu si Bajal yang hanya berprofesi sebagai tukang cuci keliling tak sanggup membelikan sepeda motor untuk si Bajal. Belum lagi Bapak Bajal yang tega menceraikan Ibunya ketika Bajal berumur 8 tahun membuat kondisi perekonomian mereka semakin susah.
Setelah berakhir acara pengumuman kelulusan, Bajal pun segera bergegas pulang untuk menemui ibunya. Ibu Bajal tak bisa pergi dalam acara ini karena harus bekerja seperti biasanya. Bajal tak sabar ingin menyampaikan hasil pengumuman kepada Ibunya bahwa ia dinyatakan lulus UN. Sehingga setibanya Bajal di rumah, Bajal berteriak dengan penuh semangat “Ibu! Aku lulus bu’.., aku lulus..!”, namun setelah Bajal berteriak-teriak kegirangan tiba-tiba dia diam dan terheran dan berkata dengan nada pelan “Ko’ rumah kosong ya.! Biasanya kan jam segini Ibu udah pulang”. Bajal langsung pergi keluar rumah dan keliling kampung untuk mencari Ibunya.
Setelah sekian lama berkeliling, akhirnya Bajal menjumpai Ibunya yang saat itu sedang berjalan menuju ke arah rumahnya. Bajal pun berteriank “Ibu..! tunggu..!”. Ibu Bajal pun berhenti dan tersenyum melihat ke arah Bajal. “Ibu kemana aja bu’..? aku keliling-keliling kampung nyariin Ibu?” tanya Bajal dengan nada agak kesal.  “Ibu tadi ke pasar nak, emang ada apa? Gimana hasil Ujian kamu?” jawab Ibu Bajal. “Nah, itu dia bu’..!! aku lulus bu’., aku lulus..!! Tegas Bajal dengan nada penuh semangat. Ibu bajal pun telihat sangat senang sembari merespon perkataan Bajal “Alhamdulillah nak, Ibu yakin kamu pasti bisa.!” Seketika Bajal teringat dengan janji Ibunya dan menanyakannya kepada Ibunya “Oh iya Bu’, bagaimana dengan janji Ibu? Jadi kan bu’?” Tanya si Bajal, Raut wajah Ibu pun seketika berubah murung dan menjawab “Maaf nak, sampai saat ini Ibu masih belum bisa mengumpulkan uang untuk membelikan kamu motor”. Tanpa berbicara, Bajal langsung pergi berlari meninggalkan ibunya, Ibu berusaha mengejar Bajal, namun apalah daya kekuatan seorang Ibu untuk berlari. Bajal menyendiri di Tepian danau yang ada di desa SuKel. Bajal melimpahkan kegalauannya dengan melempar-lempar batu ke arah sungai. Bajal berusaha mencari ketenangan untuk hatinya yang sedang gundah. Suasana di Danau sangat tentram, sehingga tak heran si Bajal sampai tertidur memikirkan kegalauannya.
Tiba-tiba terdengar teriakan, “Bajal.! Bajal.! Bajal.!” Bajal pun menyahut teriakan itu, “Iya, ada apa?” Sambil melihat ke arah suara tadi, ternyata terlihat si Koko yang bergegas lari ke arah Bajal. Koko adalah teman sekelas Bajal di SMA. “Ngapain kamu di sini Bajal?” Tanya Koko panik. “Aku pengen sendiri Koko, jangan ganggu aku” Jawab si bajal, “Ibu kamu Jal.! Ibu kamu.!” Terang Koko yang terlihat panik. Bajal langsung mengambil respon panik. “Ada apa dengan Ibuku? Ada apa?”, “Ibu kamu, Ibu kamu tadi, tadi kecelakaan Jal, ketika mengejar kamu! Sekarang Jenazahnya ada di Rumah.!”. Bajal langsung menumpahkan kesedihan, dan menangis keras hingga terdengar gema suara tangisan Bajal dari seberang Danau. Bajal langsung berlari pulang dan berteriak “Ibuu..!!!! Ibuu...!!!”.
Ketika menyebrang jalan menuju ke rumahnya, terlihat mobil mini bus meluncur ke arah Bajal dengan kecepatan tinggi. Melihat hal itu Koko berteriak, “Awas Jal..!! Awaaas..!!” Bajal pun terkejut dan seketika itu “ Brraaaakkk..!! “ suara keras terdengar membuat warga desa SuKel sontak tergaket. Dan terlihat bajal yang terbaring tak berdaya. Dalam keadaan setengah sadar Bajal berusaha membuka matanya. Bajal membuka mata, sembari meneteskan air matanya dan ketika itu Bajal pun sadar, terlihat jelas visual danau di depan matanya. Ternyata semua kejadian ini terjadi hanya di dalam mimpinya saja. Bajal langsung kepikiran dengan Ibunya dan bergegas pulang.
Tiba di rumah Bajal langsung memeluk erat Ibunya sambil berkata “Aku tidak butuh motor bu, Aku tidak butuh hadiah.! Yang aku butuhkan adalah Ibu! Ibu yang selalu ada untuk aku, dan Aku akan berusaha menjadi anak kebanggan Ibu”. Melihat perangai si Bajal Ibu terlihat agak kaget dan berkata “ia nak, Ibumu ini akn selalu ada untuk kamu! Selama Ibu bisa, apapun akan Ibu lakukan untuk kebahagiaan kamu”[Wahyu Candra]

                                                                                                                                   To Be Continue.....

Jagalah Waktumu



Hari Kemarin adalah Masa Lalu, Hari Esok adalah hari yang Misteri dan Hari ini Adalah Hadiah yang Allah Berikan kepada hambanya. Banyak orang yang melupakan bahwa hari ini adalah Hadiah Istimewa yang Allah berikan kepada kita. Karena tidak ada yang menjamin di muka bumi ini esok hari  Ruh  ini masih bersemayam di badan. Bagi yang sadar bahwa hari ini adalah hadiah maka akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Mengutip perkataan Imam Hasan Al Banna Bahwa Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Kalimat ini bermakna sangat mendalam bagi yang memikirnya. Sebuah pepatah yang Fenomenal  mengatakan Waktu adalah pedang. Siapa yang lalai dengan waktu maka ia akan musnah dengan sendirinya. Masih terasa segar di ingatan bahwa kita telah melewati pergantian tahun Hijriah. Makna Hijriah atau Hijrah adalah perpindahan satu tempat ke tempat yang lain. Di awal bulan Muharam ini Semoga dapat memperbaharui Iman kita menjadi lebih baik lagi.
Hijrahnya Umar Bin Khatab dari kafir menjadi Muslim. Membuka mata hati kita bahwa masa lalu yang buruk bukanlah halangan untuk menjadi seorang  yang lebih baik lagi. Kisah Umar Sebelum masuk Islam ia pernah membunuh anaknya hidup-hidup, bisa di katakana sebagai Preman Pasar tapi ketika Hidayah Islam masuk ke hati Umar. Beliau menjadi pejuang Agama Allah. Dengan Momentum Bulan Muharam ini dapat seperti Hirahnya Umar ke Muslim dan menjadi pejuang Agama Allah.  [Yetti Elvida]

TAHUN BARU HIJRIAH DAN PERUBAHAn

"Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, serta matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui." (QS. Al-An'am 6:96)
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan planet-planet dan bumi,.........." (Qs. at-Taubah 9:36)
Berpikir adalah keistimewaan bagi makhluk ciptaan Allah Swt. yang bernama manusia. Berpikir juga sebagai pembeda manusia dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dua buah dalil Naqli diatas adalah dalil yang dijadikan sebagai pedoman waktu, baik waktu siang dan malam atau waktu selama setahun. Loh, hubungannya apa?
Seperti yang kita ketahui, apa yang telah Allah Swt. Tetapkan, tentunya ada hikmah yang dapat kita pelajari, sebagai aplikasi dari Iman kepada Qada’ dan Qadar. Yang pada konteksnya, dengan dua dalil naqli diatas, menunjukan betapa besarnya kuasa Allah Swt. Sabda Rasulullah Saw. “Berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang Dzat Allah”. Ya, dengan berpikir tentang ciptaan Allah sudah cukup bagi kita untuk percaya pada Dzat Allah Swt. Sebagai Tuhan alam semesta.
Keutamaan berpikir salah satunya adalah sebagai pangkal dari segala kebaikan. Pada konteks dalil yang pertama, “Allah menciptakan waktu pagi dan malam”. Tujuannya adalah agar kita sebagai manusia bisa memanajemen semua aktivitas yang kita lakukan. Kita bisa mengatur mana aktivitas yang harus dilakukan pada waktu pagi atau siang hari, dan mana aktivitas yang dilakukan pada malam hari. bahkan, kita juga bisa memprioritaskan kapan saat beraktivitas dan kapan saat beribadah. dengan begitu, predikat disiplin sudah pastinya kita dapatkan, yang merupakan salah satu akhlak terpuji.
Pada konteks dalil kedua, “bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan”, sama dengan contoh pertama tadi, dalam konteks ini, menjadikan kita lebih bisa memprioritaskan aktivitas dalam jangka waktu yang panjang yaitu hitungan minggu, bulan dan tahun. Kita sebagai mahasiswa pasti memiliki target yang harus dicapai dalam jangka waktu perminggu, perbulan ataupun pertahun. Misalnya, Kita harus menyelesaikan 1 buah makalah dalam waktu satu minggu, atau kita harus bekerja dalam sebulan untuk mendapatkan gaji untuk biaya kuliah. Bahkan kita juga harus menargetkan berapa tahun kita berstatus sebagai mahasiswa.
Juga Harus kita pikirkan tentang waktu adalah kematian. Tidak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan malaikat Israil menjemput kita, kecuali Allah Swt. Ada baiknya jika kita mengingat kembali kebelakang, dari sejak kita kecil sampai sekarang, apakah sudah cukup bekal amal yang akan kita bawa jika secara tiba-tiba malaikat Israil menjemput kita ? pasti ada yang menjawab tidak cukup atau bahkan tidak ada sama sekali.
Buah dari berpikir salah satunya adalah Kita bisa memahami bahwa akhirat itu lebih utama, dan dunia hanya sarana untuk membangun kebahagiaan akhirat. Singkat kata, sebagai Muslim kita wajib mengevaluasi diri pribadi terhadap apa yang telah kita lakukan pada masa lalu untuk kebaikan pada masa depan, khususnya untuk akhirat. Dengan hadirnya tahun baru Hijriah membuat kita berpikir bahwa sudah berkurang jatah hidup kita untuk beribadah.
Berbeda dengan tahun Masehi, Pada tahun Hijriah ada bulan-bulan tertentu yang diharamkan beberapa hal, yang membuat kita harus menghindari hal-hal yang dilarang dan ada juga bulan-bulan tertentu Allah muliakan, sehingga kita dapat memperoleh keuntungan dalam hal amal. Banyak hikmah dari tahun Hijriah yang bisa kita pikirkan. jadi, 1 Muharram adalah momen yang tepat untuk mulai memperbaiki diri.
Jika konteksnya kita sebagai mahasiswa, mulailah dari hal-hal terkecil dalam memanajemen waktu, kapan saatnya beribadah kepada Allah, membantu orang tua, kuliah, mengerjakan tugas, bekerja, dan berorganisasi. Jangan pernah sia-siakan waktu yang telah Allah sediakan. Karena Waktu bagaikan pedang yang siap memotong kita jika tidak digunakan dengan baik. Dengan perubahan pada hal-hal kecil dapat membuat perubahan yang besar bagi dunia dan untuk akhirat. Karena kelak kita tidak ingin mengatakan “seandainya dulu....”. Jadikan tahun berikutnya lebih baik daripada tahun lalu. Wallahu ‘alam. (Fauziah Maisarah)